Sabtu, 22 September 2012

Bromo

Seperti inilah orang-orang yang berlari mengejar matahari terbit
Padamu, Bromo..
Aku teringat Soe Hok Gie
Yang teguh menjaga Bromo hingga akhir mudanya
Juga Gede Pangrango
Dan Semeru yang sayup-sayup di kejauhan
Padamu, Gunung Bromo
Aku memandang jelas matahari yang diterbitkan Tuhan
Lautan pasir..bau kampas rem..kasodo...
Aku mengaku ketakutan dan merasa kecil di hadapan Bromo..
Aku tak sanggup menahan dingin atau melawan tingginya
Padamu, Gunung Bromo..
Kini aku menapakkan kaki, kuserahkan nafas..
Menahan dinginnya, menulis kata untukmu, Gunung Bromo
Kuucapkan selamat pagi untuk segara wedi
Salam dari seluruh kehangatan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar