Aku rindu 1608ku...
Tempat aku pernah hinggap dalam bahagia dan kesah
Dimana mimpi 5 tahun lalu menjelma menjadi mimpi 2 bulan di musim panas yang menyengati hariku
Aku rindu sebuah sudut jendela yang tinggi hampir di awan
Sudut jendela itu kunamai sudut kenangan
Dari sudut kenangan itu bisa kulihat pantai Marble yang berakhir di lautan maha luas
Menyebarkan aroma laut khas musim panas
Marble yang selalu kurindu
Aku ingat betapa dengan sahabat yang kucintai aku kerap bersepeda menujunya
Ketika tiba di bibir pantai langit membentangkan karpet senja menyambut kedatanganku
Dari sudut kenanganku, taman Rinkuu terlihat bagai titik saja
Tapi tak lantas kulupakan bahwa taman Rinkuu memenuhi otakku dengan kenangan
Sahabat yang kucintai kembali memenuhinya dengan tawa
Sudut kenanganku yang menghadap laut itu ketika malam akan menampilkan kembang api mini
Warna warni musim panas, laut dan kembang api serasi seperti kekasih
Sudut kenangan itu kerap menyuguhkan kelip lampu malam bandara di depan kedua mataku..seolah memanggil2 untuk segera pulang
Aku hanya diam, lupakah bandara bahwa aku dan dia dua magnet kutub utara?
Aku menolak keberadaannya yang selalu ingin menarikku pulang
Sudut kenangan itu juga yang ketika malam membuat bianglala besar di kejauhan terlihat sangat warna warni
Sudut kenangan juga telah membuat jembatan besar di seberang lautan terlihat indah ketika langit membentangkan tirai jingga, mengantar matahari pulang ke rumahnya
Menemani mataku selanjutnya memandang pantai Sazan dari kejauhan
Sazan yang indah dan hangat di balik 2 jembatan lebar yang kusebrangi dengan sepeda
Lelah tak kurasa demi merasakan angin lembutnya
Di sudut kenangan aku ingat pernah bercakap dengan sahabat tentang mimpi, cinta, kenangan, hingga air mata
Kadang ditemani sekaleng bir
Dengan diri pun aku kerap berdialog di sudut kenanganku
Di sudut kenangan aku sering memandang jauh ke arah entah, membayangkan masa lalu, masa kini, dan esokku
Tak jarang aku melamunkanmu, membayangkan entah berapa jauhkah, berapa dekatkah, jarak memisahkan kita
Suatu hari ketika dari sudut kenanganku terlihat setitik bintang dan sebongkah purnama
Aku kembaoli terkenang akanmu
Lama sebelumnya kamu pernah berkata bahwa bintang dan bulan purnama malu2 muncul di langit malam Osaka karena kalah terang dengan bingar lampu malam
Tapi kini semua itu tampak di mataku
Apakah kamu melihatnya, langit berbintang dan bulan purnama yang kamu rindukan hadirnya?
Aku tak ingin menutup tirai ketika lelap agar bintang dan bulan menjadi temanku yang kembali akan mengingatkanku pada (pernah) hangat senyummu
Agar ketika aku membuka mata nanti hamparan laut maha luas dan sinar matahari musim panas tidak hilang dari mataku
Aku mengenangkan semuanya, mengenangkanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar