Kepada hujan
Yang turun satu-satu, perlahan menderas di sekeliling payungku
Kutitipkan sebaris rindu
Kepada hujan
Yang mengenai ujung hidungku, membasahi rumput di bawah kakiku
Kuucapkan kalimat doa sore hari
Kepada hujan
Yang enggan pergi, bertahan disini di hati
Kutegakkan sebaris langkah kaki
Kepada hujan
Yang menemani awan gelap di sudut langit barat
Kubentuk serangkai harap bersama dengan gelap
Karena hujan
Yang seperti tangis semesta
Kulepaskan air mata yang samar ketika hujan
Kepada hujan
Yang menutup musim bunga, yang membuka sengat matahari
Kuserahkan perasaan hilang dan harap yang masih sama
Ketika hujan
Yang selalu berada di antara, hujan sesaat
Kubayangkan aku berjalan di bawah payung baru bergambar bintang, bersamanya
Kadang kala hujan
Yang bersama deru dan asap mobil di seberang jalan
Membawa kembali kepada kenangan baru, menutup rapat kenangan lama
Karena hujan
Di bulan Juni, yang selalu mengingatkan pada hati
Masih punya rasa
Kepada hujan
Tolong disampaikan
Lewat air mata, angin, juga awan gelap
(Tokyo, 5 Juni 2014, hari Kamis)
sore hari yang hujan di Tokyo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar