Senin, 09 Juni 2014

Mata

Siapa yang sanggup mempercayai pandangan mata?
Ceritakan padaku jika ada
Ternyata semua pandangan mata adalah rindu yang terbungkus rapi seperti kado ulang tahun
Ketika kado dibuka
Ternyata isinya cerita dan duka
Air mata
Hingga lupa suka pernah ada dan nyata
Ah, selama ini suka ternyata hanya imajinasi
Betapa indah imajinasi mata, seperti surga yang menjanjikan segala bahagia
Tak pernah menyadari hingga baru ini
Lagi-lagi lewat pandangan mata
Tak pernah mengira sekuat itu mata bisa mengubah semua cerita
Ternyata rindu yang selama ini dibahasakan mata tak tampak

Setujukah kamu kalau kukatakan ini?
Rindu tak seperti surga
Mata membuat rindu seolah tak pernah tampak palsu
Mata menutup mata
Seperti indah tapi sebenarnya duka
Seperti mendung menutup matahari kemudian hujan
Air mata
Sekarang ketika hari cerah kembali
Bukan pelangi, tapi cukup cerah untuk sekedar melangkah keluar rumah
Seperti itu mata terbuka, terbebas dari buta
Seperti orang bisa membaca buku, bisa berpikir dan merasa
Rindu hanya mimpi
Yang nyata hanya kini

Tapi mungkin kamu akan lebih setuju denganku jika kukatakan
Seperti tak perlu merasa sedih ketika hujan
Jangan lupakan rindu semu
Kenang saja rindu seperti mengenang hujan setelah terbit matahari
Sungguh hujan sesaat yang menyejukkan
Hujan sesaat, rindu sesaat
Tak perlu juga sedih ketika harus membuka mata
Benci pun tak perlu kepada mata
Karena cahaya ada di depan mata
Dan cahaya tak pernah salah, berikan sedikit cahaya untukku

(Tokyo, 8 Juni 2014.. Malam hari, hari Minggu)
All I hear is "rain" drops

Tidak ada komentar:

Posting Komentar