Sajak Pagi
Aku selalu mencintai pagi
Walaupun aku susah bangun pagi
Karena ketika pagi datang
Aku tahu masih ada harapan sesejuk udara yang kuhirup
(10062011)
Sajak Malam
Ketika malam mensabdakan hadirnya
Aku tak pernah bosan berujar
Aku mencintai malam selalu
Karena malam adalah nyala yang berpijar dalam hatiku
(10062011)
Jumat, 10 Juni 2011
Jumat, 20 Mei 2011
Borongan edisi 3..
Semoga aku belum terlambat ya Tuhan
Untuk lebih mengenal dekat dia
Aku bosan terus kalah cepat
Aku kali ini hanya percaya kekuatan hati dan kekuatan kebetulan
Semoga berujung indah
Hingga akhirnya aku mampu melukis bahagia
(18052011)
Aku hanya ingin mendoakan bahagia
Agar serpihnya tak pernah lelah menghampiriku
Hingga raga terpuaskan dan kembali padaNya
Sampai sebelum saat itu tiba
Aku tak akan berhenti sedetikpun bermimpi
Melukis harap dan doa
Berlari hingga tersungkur lalu akan cepat bangkit dan terbang
Hingga datang bahagia itu
Dan setia bersamaku
(18052011)
Cepatlah datang balas yang kuharap
Hapus semua penasaran yang menyelimuti hati dan otakku belakangan ini
Salahkah kalau aku berharap bahagia darinya?
Sulit memang, tapi berhak bahagia boleh kan?
(18052011)
Untuk lebih mengenal dekat dia
Aku bosan terus kalah cepat
Aku kali ini hanya percaya kekuatan hati dan kekuatan kebetulan
Semoga berujung indah
Hingga akhirnya aku mampu melukis bahagia
(18052011)
Aku hanya ingin mendoakan bahagia
Agar serpihnya tak pernah lelah menghampiriku
Hingga raga terpuaskan dan kembali padaNya
Sampai sebelum saat itu tiba
Aku tak akan berhenti sedetikpun bermimpi
Melukis harap dan doa
Berlari hingga tersungkur lalu akan cepat bangkit dan terbang
Hingga datang bahagia itu
Dan setia bersamaku
(18052011)
Cepatlah datang balas yang kuharap
Hapus semua penasaran yang menyelimuti hati dan otakku belakangan ini
Salahkah kalau aku berharap bahagia darinya?
Sulit memang, tapi berhak bahagia boleh kan?
(18052011)
Borongan edisi 2..
Bahagia itu hadir ketika aku melihatmu
Aku menikmatinya
Setiap kata yang terucap dari bibirmu
Setiap inci senyuman yang kau gurat juga di bibir
Yang kupotret indahnya, kusimpan di selaput otak dan sudut hati agar aku tak bisa lupa
Setiap tawa yang terkembang indah
Setiap helai rambut yang tak kurang indahnya
Hingga setiap diam yang selalu kau pajang sebagai topeng wajah
Beradu dengan tatap kecewa yang tak pernah hilang daro sorot tajam mata
Aku menikmati semua yang ada dalammu
(28042011)
Aku benci dia yang menipuku
Menggunakan wajah polos untuk mengelabuiku
Aku hanya ingin bertemu dan bicara...sama sekali tak ingin ditipu..kau tahu itu..
Tapi kurasa kamu punya keputusanmu sendiri
Yang aku tak pernah habis pikir dan terima
Lalu apa harus diam saja?
(28042011)
Aku menikmatinya
Setiap kata yang terucap dari bibirmu
Setiap inci senyuman yang kau gurat juga di bibir
Yang kupotret indahnya, kusimpan di selaput otak dan sudut hati agar aku tak bisa lupa
Setiap tawa yang terkembang indah
Setiap helai rambut yang tak kurang indahnya
Hingga setiap diam yang selalu kau pajang sebagai topeng wajah
Beradu dengan tatap kecewa yang tak pernah hilang daro sorot tajam mata
Aku menikmati semua yang ada dalammu
(28042011)
Aku benci dia yang menipuku
Menggunakan wajah polos untuk mengelabuiku
Aku hanya ingin bertemu dan bicara...sama sekali tak ingin ditipu..kau tahu itu..
Tapi kurasa kamu punya keputusanmu sendiri
Yang aku tak pernah habis pikir dan terima
Lalu apa harus diam saja?
(28042011)
Borongan edisi 1..
Ternyata yang paling baik adalah menjadi diri sendiri...
Sesederhana apapun itu
Bukan orang lain yang menentukan baik buruknya kita
Melainkan diri kita sendiri
Untuk apa terus repot menjadi orang lain?
Kalau menjadi diri sendiri ternyata indah dan begitu mudahnya
Kitalah yang paling tahu yang terbaik bagi kita
Bukan dia, bukan mereka, bukan siapa
Hanya kita
(26042011)
Semoga masih ada sedikit saja untukku..
Rindu yang terbingkai oleh jarak dan waktu
Harap yang terangkai oleh bisu dan jeda
Tatap yang terbungkus dalam tangis tanpa suara
Cinta yang terbalut oleh luka dan kecewa..
Sedikit saja untukku..
Aku harap kamu rasakan rasa
Karena aku tak pernah meminta banyak
Hanya sedikit dan cukup kurasa...
(26042011)
Sekarang aku mungkin hanya orang biasa yang biasa meminta dan menadah
Sungguh tak beda dengan pengemis
Hanya saja terselubung
Tapi aku janji akan segera tiba saatnya
Akan membalas kebaikan tiada tara
Yang aku cinta
(26042011)
Kapan terakhir kali menangis?
Aku mungkin sudah lupa
Karena saking kering air mata
Kapan akan bisa jadi dewasa....
Aku hanya ingin bertemu..bicara..
(26042011)
Sesederhana apapun itu
Bukan orang lain yang menentukan baik buruknya kita
Melainkan diri kita sendiri
Untuk apa terus repot menjadi orang lain?
Kalau menjadi diri sendiri ternyata indah dan begitu mudahnya
Kitalah yang paling tahu yang terbaik bagi kita
Bukan dia, bukan mereka, bukan siapa
Hanya kita
(26042011)
Semoga masih ada sedikit saja untukku..
Rindu yang terbingkai oleh jarak dan waktu
Harap yang terangkai oleh bisu dan jeda
Tatap yang terbungkus dalam tangis tanpa suara
Cinta yang terbalut oleh luka dan kecewa..
Sedikit saja untukku..
Aku harap kamu rasakan rasa
Karena aku tak pernah meminta banyak
Hanya sedikit dan cukup kurasa...
(26042011)
Sekarang aku mungkin hanya orang biasa yang biasa meminta dan menadah
Sungguh tak beda dengan pengemis
Hanya saja terselubung
Tapi aku janji akan segera tiba saatnya
Akan membalas kebaikan tiada tara
Yang aku cinta
(26042011)
Kapan terakhir kali menangis?
Aku mungkin sudah lupa
Karena saking kering air mata
Kapan akan bisa jadi dewasa....
Aku hanya ingin bertemu..bicara..
(26042011)
Selasa, 12 April 2011
5W+1H tentang berbeda
Perbedaan itu sebenarnya apa sih? Berbeda itu apa? Beda itu apa? Apa saja yang bisa berbeda?
Kalau aku lihat di kamus, beda itu sesuatu yang menjadikan satu hal dengan hal lain tidak sama, berlainan. ya kira-kira artinya seperti itulah. Apa yang bisa berbeda? Banyak. Mulai dari suku, agama, pendapat, kebudayaan, kebiasaan, macam-macam lah.
Siapa yang menyebabkan terjadinya perbedaan?
Kalau menurutku ya kita sendiri sebagai manusia yang menyebabkan perbedaan itu ada. Karena menurutku semua hal itu sebenarnya satu konsep, kita sendiri yang membeda-bedakannya tergantung latar belakang kebudayaan kita masing-masing.
Dimana bisa muncul perbedaan?
Dimana saja, selama ada lebih dari satu manusia. Karena antara manusia satu dengan yang lainnya saja sudah beda alias tidak sama.
Kapan bisa muncul perbedaan?
Kapan saja sebenarnya, selama manusia eksis di muka bumi, pasti perbedaan akan terus ada.
Kenapa bisa ada perbedaan?
Kalau aku sedikit mau mengaitkan dengan yang baru aku pelajari di kuliah tadi siang, berbeda bisa terjadi karena interpretasi kita terhadap suatu hal tidak pasti sama antara satu dengan yang lain. Sebabnya karena apa yang ada dalam pikiran kita, isi STORAGE kita udah nggak sama. Sebabnya lagi karena apa yang terjadi dalam hidup kita, pengalaman hidup kita, nggak sama satu dengan yang lainnya. Sekalipun kembar identik pasti nggak akan sama isi storage-nya.
Pertanyaan sebenarnya mestinya bukan itu. Mestinya bagaimana kita menyikapi sebuah perbedaan? Harus diapakan perbedaan yang sudah terlanjur ada itu?
Kalau menurutku, perbedaan mestinya disikapi dengan biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, santai-santai saja. Nggak ada yang perlu dimasukkan ke dalam hati. Nggak ada yang perlu dipermasalahkan dari banyaknya perbedaan yang ada di dunia ini. Anggap saja perbedaan yang ada sebagai sarana untuk kita belajar saling memahami satu sama lain. Karena kita nggak bisa egois selamanya minta dipahami tanpa pernah mau memahami orang lain. Belajar juga nggak ada ruginya kan? Toh malah memperkaya pengetahuan kita. "Oh ternyata begini kalau disini, oh ternyata begitu kalau disitu".
Nggak perlu berantem cuma karena berbeda. Memangnya kenapa kalau beda agama, beda suku, beda budaya, beda pendapat? Selama kita nggak menganggapnya sebagai sesuatu yang patut dipermasalahkan, semua akan beres-beres saja kan? Berbeda itu sebenarnya malah aset untuk semakin memperkaya diri kita.
Malah bagus beda agama, kita jadi tahu macam-macam jalan beragama, tapi dengan satu tujuan kan, Tuhan. Dengan satu tujuan kan, kebaikan. Karena aku yakin nggak ada satu agama atau kepercayaan apapun di muka bumi yang mengajarkan keburukan.
Malah bagus beda suku, beda budaya. Kita jadi bisa tahu bahwa ternyata negara kita, dunia kita, begitu kayanya. Kita jadi bisa tahu ternyata manusia segitu pintarnya, sehingga bisa menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Kita jadi bisa tahu betapa kayanya kita sebagai manusia. Jadi kita bisa semakin bersyukur dengan adanya perbedaan kan.
Malah bagus beda pendapat. Kita jadi bisa diskusi, nggak perlu debat kusir, nggak perlu pake ngotot. Kita bisa tambah pinter, sekaligus belajar karakter masing-masing orang. Banyakan untungnya kan daripada ruginya perbedaan itu?
Tapi kadang-kadang kita sendiri sebagai manusia yang terlalu perasa dengan segala perbedaan yang ada. Kalau ada sedikit yang berbeda dipikir mengancam, lalu berusaha disamakan semua yang berbeda itu. Padahal ya sebenarnya untuk apa? Apa yang salah dengan berbeda? Coba tanya ke hati kita masing-masing. Nggak ada yang salah kan, sebenarnya?
Kalau semua yang ada di dunia ini harus sama, seragam, dijamin bosan kehidupan kita. Nggak akan ada seru-serunya deh..
Jadi jangan pernah takut untuk berbeda. Karena berbeda itu seru, indah..
-catatan setelah nonton tanda tanya-
Kalau aku lihat di kamus, beda itu sesuatu yang menjadikan satu hal dengan hal lain tidak sama, berlainan. ya kira-kira artinya seperti itulah. Apa yang bisa berbeda? Banyak. Mulai dari suku, agama, pendapat, kebudayaan, kebiasaan, macam-macam lah.
Siapa yang menyebabkan terjadinya perbedaan?
Kalau menurutku ya kita sendiri sebagai manusia yang menyebabkan perbedaan itu ada. Karena menurutku semua hal itu sebenarnya satu konsep, kita sendiri yang membeda-bedakannya tergantung latar belakang kebudayaan kita masing-masing.
Dimana bisa muncul perbedaan?
Dimana saja, selama ada lebih dari satu manusia. Karena antara manusia satu dengan yang lainnya saja sudah beda alias tidak sama.
Kapan bisa muncul perbedaan?
Kapan saja sebenarnya, selama manusia eksis di muka bumi, pasti perbedaan akan terus ada.
Kenapa bisa ada perbedaan?
Kalau aku sedikit mau mengaitkan dengan yang baru aku pelajari di kuliah tadi siang, berbeda bisa terjadi karena interpretasi kita terhadap suatu hal tidak pasti sama antara satu dengan yang lain. Sebabnya karena apa yang ada dalam pikiran kita, isi STORAGE kita udah nggak sama. Sebabnya lagi karena apa yang terjadi dalam hidup kita, pengalaman hidup kita, nggak sama satu dengan yang lainnya. Sekalipun kembar identik pasti nggak akan sama isi storage-nya.
Pertanyaan sebenarnya mestinya bukan itu. Mestinya bagaimana kita menyikapi sebuah perbedaan? Harus diapakan perbedaan yang sudah terlanjur ada itu?
Kalau menurutku, perbedaan mestinya disikapi dengan biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, santai-santai saja. Nggak ada yang perlu dimasukkan ke dalam hati. Nggak ada yang perlu dipermasalahkan dari banyaknya perbedaan yang ada di dunia ini. Anggap saja perbedaan yang ada sebagai sarana untuk kita belajar saling memahami satu sama lain. Karena kita nggak bisa egois selamanya minta dipahami tanpa pernah mau memahami orang lain. Belajar juga nggak ada ruginya kan? Toh malah memperkaya pengetahuan kita. "Oh ternyata begini kalau disini, oh ternyata begitu kalau disitu".
Nggak perlu berantem cuma karena berbeda. Memangnya kenapa kalau beda agama, beda suku, beda budaya, beda pendapat? Selama kita nggak menganggapnya sebagai sesuatu yang patut dipermasalahkan, semua akan beres-beres saja kan? Berbeda itu sebenarnya malah aset untuk semakin memperkaya diri kita.
Malah bagus beda agama, kita jadi tahu macam-macam jalan beragama, tapi dengan satu tujuan kan, Tuhan. Dengan satu tujuan kan, kebaikan. Karena aku yakin nggak ada satu agama atau kepercayaan apapun di muka bumi yang mengajarkan keburukan.
Malah bagus beda suku, beda budaya. Kita jadi bisa tahu bahwa ternyata negara kita, dunia kita, begitu kayanya. Kita jadi bisa tahu ternyata manusia segitu pintarnya, sehingga bisa menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Kita jadi bisa tahu betapa kayanya kita sebagai manusia. Jadi kita bisa semakin bersyukur dengan adanya perbedaan kan.
Malah bagus beda pendapat. Kita jadi bisa diskusi, nggak perlu debat kusir, nggak perlu pake ngotot. Kita bisa tambah pinter, sekaligus belajar karakter masing-masing orang. Banyakan untungnya kan daripada ruginya perbedaan itu?
Tapi kadang-kadang kita sendiri sebagai manusia yang terlalu perasa dengan segala perbedaan yang ada. Kalau ada sedikit yang berbeda dipikir mengancam, lalu berusaha disamakan semua yang berbeda itu. Padahal ya sebenarnya untuk apa? Apa yang salah dengan berbeda? Coba tanya ke hati kita masing-masing. Nggak ada yang salah kan, sebenarnya?
Kalau semua yang ada di dunia ini harus sama, seragam, dijamin bosan kehidupan kita. Nggak akan ada seru-serunya deh..
Jadi jangan pernah takut untuk berbeda. Karena berbeda itu seru, indah..
-catatan setelah nonton tanda tanya-
Rabu, 16 Maret 2011
Thanks for 34 days...
hari ini tepat 34 hari bersamamu..
sungguh 34 hari yang penuh warna...
terima kasih telah hadir di sepanjang 34 hariku...
34 hari terlalu cepat kurasa...
seperti baru hari kemarin kamu menampakkan wajah ceria dan hangatmu di depanku.
ternyata yang berjalan paling cepat adalah waktu..
berlalu dan terus berlalu
hari terus berganti tanpa sempat henti sejenak..
setiap hari yang selalu berganti aku menikmati kebersamaan kita..
aku mensyukuri adamu di sampingku..
dan memang cuma kamu yang paling bisa mengerti semua yang ada dalamku..
bukan lain, hanya kamu..
harimu dan aku secerah langit ketika biru..
tapi setiap hari bersamamu ternyata sanggup menyimpan bara amarah..
hingga malamku dan kamu sesuram langit yang kelabu
tapi sekali lagi..
kamu dengan istimewamu..yang mampu memahami setiap inci otak dan hatiku
selalu sanggup membuatku menyerah di bawah malam
membuat semua perasaan tertumpah, amarah mencair
hingga maaf meluncur dari perasaan terdalamku
dan harimu hariku kembali seindah pelangi setelah rintik hujan..
kurasa aku sadar telah terlalu terbiasa bersamamu
setiap hari, pagi, malam, jam, menit..
hingga tak pernah berani membayangkan hadirnya hari ketiga puluh empat
hari dimana kamu harus melambai dan pergi dari hadapku
tapi waktu terus melaju cepat tanpa kenal lelah.
hingga hari ketiga puluh empat
yang tak pernah berani kubayangkan hadirnya datang juga
aku sekali lagi tak ingin bangun dan beranjak dari mimpi ini
aku ingin menahanmu lebih lama lagi bersama..
aku juga ingin menahan hati dan air mata..jangan tumpah..
masih banyak yang belum sempat aku katakan..
masih banyak yang belum sempat kita bagi...
harapku selalu agar waktu tak terlalu menyiksa..
hingga enam bulan tak terasa begitu lama..
sampai pertemuan kita selanjutnya..
pasti bertemu....
ingin bertemu..
itu katamu..
itu harapmu..
yang aku selalu pegang..
yang juga menjadi harapku selalu..
ini bukan cinta,sayang,suka,bukan apa..
hanya........aku sendiri tak tau...
sungguh 34 hari yang penuh warna...
terima kasih telah hadir di sepanjang 34 hariku...
34 hari terlalu cepat kurasa...
seperti baru hari kemarin kamu menampakkan wajah ceria dan hangatmu di depanku.
ternyata yang berjalan paling cepat adalah waktu..
berlalu dan terus berlalu
hari terus berganti tanpa sempat henti sejenak..
setiap hari yang selalu berganti aku menikmati kebersamaan kita..
aku mensyukuri adamu di sampingku..
dan memang cuma kamu yang paling bisa mengerti semua yang ada dalamku..
bukan lain, hanya kamu..
harimu dan aku secerah langit ketika biru..
tapi setiap hari bersamamu ternyata sanggup menyimpan bara amarah..
hingga malamku dan kamu sesuram langit yang kelabu
tapi sekali lagi..
kamu dengan istimewamu..yang mampu memahami setiap inci otak dan hatiku
selalu sanggup membuatku menyerah di bawah malam
membuat semua perasaan tertumpah, amarah mencair
hingga maaf meluncur dari perasaan terdalamku
dan harimu hariku kembali seindah pelangi setelah rintik hujan..
kurasa aku sadar telah terlalu terbiasa bersamamu
setiap hari, pagi, malam, jam, menit..
hingga tak pernah berani membayangkan hadirnya hari ketiga puluh empat
hari dimana kamu harus melambai dan pergi dari hadapku
tapi waktu terus melaju cepat tanpa kenal lelah.
hingga hari ketiga puluh empat
yang tak pernah berani kubayangkan hadirnya datang juga
aku sekali lagi tak ingin bangun dan beranjak dari mimpi ini
aku ingin menahanmu lebih lama lagi bersama..
aku juga ingin menahan hati dan air mata..jangan tumpah..
masih banyak yang belum sempat aku katakan..
masih banyak yang belum sempat kita bagi...
harapku selalu agar waktu tak terlalu menyiksa..
hingga enam bulan tak terasa begitu lama..
sampai pertemuan kita selanjutnya..
pasti bertemu....
ingin bertemu..
itu katamu..
itu harapmu..
yang aku selalu pegang..
yang juga menjadi harapku selalu..
ini bukan cinta,sayang,suka,bukan apa..
hanya........aku sendiri tak tau...
Senin, 07 Februari 2011
8 episode pesan singkat....
episode 1:
Kalau kata telah sampai di penghabisannya
Aku ingin terakhir berucap
Aku cinta kamu
Itu saja
episode 2:
Kurasa jemari terlalu kaku untuk merangkai kata
Padahal aku membayangkanmu
Kudengar degup jantung yang berdetak satu-satu
Lagi-lagi aku membayangkanmu
episode 3:
Aku merindukan pintu tuhanku
Yang tangis pertamanya pecah empat hari setelah hari kasih sayang
Yang pernah duduk bersama di bawah pohon apel
Yang menyebutku bidadarinya
Yang pergi
episode 4:
Pukul tiga dini hari
Gulita
Sunyi
Hanya aku
Sayup-sayup musik di telinga
Tak juga putus membayangkanmu
episode 5:
Membuka atau menutup mata
Selalu ada kamu
Dan aku
Adakah di jaga dan lelapmu?
episode 6:
Aku ingat malam itu
Malam puncak segalanya
Antara rela dan tidak melepas pergimu
Ketika kamu bilang akan kembali suatu hari
Nyatanya kamu tidak setelah tahun empat kali berlari
episode 7:
Kalau sore itu kamu mempertahankanku
Lain mungkin cerita
Tapi bukti cinta ternyata nyata
Aku tau sampai kini
episode 8:
Kalau ada satu waktu dan banyak kesempatan
Aku ingin bertemu dan meminta
Maaf dan kembali
Kalau
Kalau kata telah sampai di penghabisannya
Aku ingin terakhir berucap
Aku cinta kamu
Itu saja
episode 2:
Kurasa jemari terlalu kaku untuk merangkai kata
Padahal aku membayangkanmu
Kudengar degup jantung yang berdetak satu-satu
Lagi-lagi aku membayangkanmu
episode 3:
Aku merindukan pintu tuhanku
Yang tangis pertamanya pecah empat hari setelah hari kasih sayang
Yang pernah duduk bersama di bawah pohon apel
Yang menyebutku bidadarinya
Yang pergi
episode 4:
Pukul tiga dini hari
Gulita
Sunyi
Hanya aku
Sayup-sayup musik di telinga
Tak juga putus membayangkanmu
episode 5:
Membuka atau menutup mata
Selalu ada kamu
Dan aku
Adakah di jaga dan lelapmu?
episode 6:
Aku ingat malam itu
Malam puncak segalanya
Antara rela dan tidak melepas pergimu
Ketika kamu bilang akan kembali suatu hari
Nyatanya kamu tidak setelah tahun empat kali berlari
episode 7:
Kalau sore itu kamu mempertahankanku
Lain mungkin cerita
Tapi bukti cinta ternyata nyata
Aku tau sampai kini
episode 8:
Kalau ada satu waktu dan banyak kesempatan
Aku ingin bertemu dan meminta
Maaf dan kembali
Kalau
Langganan:
Postingan (Atom)