Selasa, 04 Februari 2014

Selamat Ulang Tahun, Cristiano


Untuk Cristiano Ronaldo

Hai Cristiano. Aku Dian, penggemarmu dari Indonesia. Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan Indonesia kan, karena kamu sudah beberapa kali pergi ke Indonesia.

Aku adalah penggemarmu yang sudah mengagumimu sejak tahun 2006. Aku masih ingat ketika itu dini hari, pertandingan Liga Champion antara Manchester United melawan (aku lupa siapa). Ketika itulah pertama kali aku melihatmu dan sejak saat itu aku sudah langsung mengagumimu.

Kamu sangat ganteng, permainanmu sangat bagus, dan gayamu di lapangan yang sangat keren. Itu adalah 3 hal yang membuat aku jadi menyukaimu. Sejak saat itu aku mulai mencari informasi dan mengumpulkan apa saja tentang kamu. Setiap hari Sabtu malam, acraa rutinku adalah duduk di depan televisi dan menonton pertandingan Manchester United di Liga Inggris. Begitu juga degan Liga Champion yang rutin aku tonton. Tidak lupa dengan timnas Portugal yang selalu aku dukung, bahkan sampai sekarang. 

Aku berteriak-teriak sendiri ketika Manchester United menang dan kamu mencetak gol, dan aku juga menangis (ya, benar-benar menangis) sendirian, malam-malam, ketika Manchester United kalah, atau bahkan kamu diberi kartu merah (ya, aku menangis sampai keesokan paginya di sekolah, bahkan ketika Ujian Nasional aku ketiduran karena semalaman menonton Liga Champion). Aku juga marah-marah sendiri ketika kamu dilanggar oleh pemain lain. 

Aku juga banyak mendengar berita tidak menyenangkan tentangmu, tapi aku tetap bertahan menyukaimu. Aku juga ingat betapa galaunya aku ketika aku tahu kamu sedang ada di Bali dan aku tidak bisa pergi kesana untuk ikut melihatmu.

Aku juga masih ingat, ketika itu aku kelas 3 SMA, dan sangat menyukaimu, aku selalu menggunting gambarmu yang ada di koran atau majalah di perpustakaan sekolahku. Tentu itu kulakukan dengan sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh penjaga perpustakaan di sekolahku. Kemudian, aku menempelkan semua gambarmu yang kudapat dari majalah dan koran dalam sebuah scrapbook yang kubuat sendiri (entah kemana sekarang scrapbook itu ya). Kesukaanku pada kamu terus berlanjut, bahkan sampai aku kuliah. Bahkan, sampai kamu pindah ke Real Madrid, aku pun berpindah mendukung Real Madrid dan kamu. 

Aku masih sangat ingat ketika aku mengikuti lomba pidato bahasa Jepang di kampusku, aku menceritakan tentang kamu dan kesukaanku pada kamu. Ya, dalam bahasa Jepang, dan aku memakai kaos bergambar wajahmu. Ternyata di luar dugaan, sambutan terhadap pidatoku sangat baik, dan aku mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentangmu, walaupun akhirnya aku tidak menjadi pemenang. 

Aku masih ingat pertanyaan yang akhirnya membuat seluruh penjuru auditorium tertawa, “Moshi Cristiano Ronaldo to aetara, nani wo shitai desuka?” (Kalau kamu bisa bertemu dengan Cristiano Ronaldo, apa yang ingin kamu lakukan?). Jawabku adalah “Mochiron Cristiano Ronaldo to kekkon shitai desu (Tentu saja, ingin menikah dengan Cristiano Ronaldo), yang langsung disambut dengan tawa di seluruh auditorium.

Jujur saja, saat ini aku sudah mengumumkan pensiun dari hingar bingar dunia sepakbola, karena aku sudah memiliki kesenanganku yang lain. Aku berhenti menonton sepakbola. Tapi bukan berarti aku berhenti mengikuti kabar tentangmu. Baru-baru ini kamu memenangkan Ballon d’Or. Selamat untukmu, ya. Dan aku juga masih sangat ingat hari ulang tahunmu. Maka, aku khusus tulis surat cinta ini, di hari ini, di hari ulang tahunmu. 

Selamat ulang tahun untukmu, ya. Salam cinta dariku di Indonesia. Semoga suatu saat aku bisa melihatmu main sepakbola secara langsung.

To Hanbyul


To Hanbyul (@jasononestar)

Hi Hanbyul. My name is Dian. I’m your new fan from Indonesia. I teach Japanese at university in Indonesia. Now, let me first tell when I knew about you and became your fan. This is a project by @poscinta to write a love letter in 30 days. Today has a special theme, that is write a love letter to celebrity in twitter world. Because I’m your fan, I decided to write a letter to you. Hope you’ll read this letter even though my English is very bad. :)

Actually, I’m a fan of 2NE1. I like their song entitled Missing You so much. Then, I read in a website that LEDApple covered Missing You recently. I, whom a fan of 2NE1 was very curious and really wanted to see the result.

When I watched the result in Youtube website, I, whom usually watched the video in Youtube at a glance, even can’t take my eyes off of you and Youngjun because I was very amazed with your performance there. I don’t understand the meaning of that song because I hadn’t learned Korean for several months, but when I watched your performance I was very amazed and I liked your voice since that time. 

You sang the song that I have liked before very well and full of emotion. Moreover, if I can speak honestly, I like your cover version more than the original version. I seldom cry when I listen to the song. But when I listened to Missing You that you sang, I listen to that song almost everyday. Even in one day, I listened to that song all the afternoon nonstop. The more I listen to it, the more I like that song and the more I want to cry as I listen to your voice. Then I started to watch your other videos at Music Note. I was very amazed because your voice is very beautiful and can make every song that you sing even more beautiful. Your voice is just like lullaby for me and very good to be stress healing.

Since that time (I still remember the exact day, that is January 1st), there’s no one day I stop think about and adore you. When I read the information about your private life, I was even very amazed because you’re a genius polyglot (wow, you can speak Korean, English, Japanese, French, and Latin). You know, I learned French when I was in high school and I got headache in every lesson because I just can’t get into French. Even you’re a Dentistry student at university in Australia. For me, it’s such a great thing, Hanbyul. You can manage your career and study well. I’m very envy with you. You’re such an inspiration for me, because we’re almost at the same age. I’m only one year older than you.

If I can say three things which will be your charming point, that’s your smile, your beautiful, heavenly, and angelic voice, and one dimple on your left cheek. You know, I also have one dimple on left cheek, just like you. For me, you’re simply a literally definition of perfection. You’re adorable, Hanbyul.

Keep fighting on your career, Hanbyul. I’ll always support and adore you and also LEDApple. Please come to Indonesia because I’m sure that LEDApple has so many fans in Indonesia. Oh, I’ll go to Japan in April. I hope I can visit Korea someday to watch your performance live. I also hope that LEDApple can come to Japan very often so that I can watch your performance live in Japan. I really want to meet you. See you, Hanbyul.

Senin, 03 Februari 2014

Untuk Mas K


Untuk Mas K
                                                                                                
                                                       30 Hari Menulis Surat Cinta (Hari Ke-1)

Ketika pertama kali membayangkan surat cinta, orang yang pertama kali terbayang harus kukirimi surat cinta, tentu saja, kamu sendiri pasti sudah bisa menebak, ya, pasti kamu. Tapi, ketika harus mulai menulis kata pembuka untuk surat ini, lagi-lagi, kamu pasti juga sudah bisa menebak, bahwa kata yang keluar bukanlah kata yang seharusnya aku tuliskan.

Karena kamu sendiri juga pasti sudah mengerti, kalau aku memang sangat ingin banyak menulis padamu, tapi semua kata hilang dari catatan yang sudah kusiapkan semalam suntuk, hanya ketika mendengar namamu.
Itulah mungkin sebabnya aku bersedia menunggu kamu selama ini, mungkin kedengarannya menunggu sesuatu yang sangat tidak pasti, tapi aku bersedia melakukannya. Karena hanya dengan mendengar namamu, ada hal yang tidak biasa di dalam kepalaku, juga di dalam perut dan hatiku. Entah apa namanya ini, aku sendiri juga tidak ingin mendefinisikannya.

Baiklah, sebaiknya aku mulai dari mana surat ini ya? Hmm, mungkin lebih baik kalau aku mulai dari waktu. Waktu seperti berlari dalam ketidakpeduliannya terhadapku, sampai sekarang, tanpa terasa, sudah tahun ketujuh aku berada disini menunggu kamu. Kamu tahu, tujuh tahun bukan waktu yang sebentar untukku. Tujuh tahun terasa sangat panjang, dan oh ya, juga tidak ada ujung, tidak ada hasil, dan masih banyak tidak ada yang lainnya. Tapi sekali lagi, jalan yang seperti tidak ada ujung itu tidak sebanding dengan ketika aku hanya melihatmu, sekali lagi kutuliskan, hanya melihatmu. 

Kamu berada di jarak yang sangat dekat denganku. Kita hanya terpisah oleh satu bangunan dan satu lantai. Jarak yang masih bisa kuukur dengan kemampuanku. Tapi apakah jarak yang sedekat itu lantas memungkinkan perjumpaan kita? Di satu waktu tertentu, ya. Aku masih ingat perjumpaan kita beberapa hari yang lalu yang tampak seperti adegan dalam drama. Kamu melihatku dari cermin, lalu berlalu begitu saja. Ya, berlalu begitu saja. Kamu pasti masih ingat juga kan?

Tapi ternyata pertemuan lebih banyak berkata tidak untuk kita. Karena aku berada di balik ruangan kaca, sedangkan kamu ditutupi oleh tembok dan layar komputer. Tidak masalah, bagiku. Karena kamu adalah hal yang kulipat rapat dan rapi, kumasukkan dalam kantong kecil bernama hati, dan kubawa kemana-mana, seperti orang Jepang yang suka membawa omamori. 

Ah, ya, aku sudah mendapatkan definisi tentangmu. Kamu adalah omamori buatku. Kamu jimat yang berisi doa. Dengan meyakini bahwa kamu adalah jimat yang masih selalu mengingat dan mendoakan aku, aku terus beranggapan bahwa proses (ya, aku meyakininya sebagai proses) menunggu yang sudah memasuki tahun ketujuh ini  akan ada hasil yang baik untukku. Entah hasil apa, aku sendiri juga tidak berani membayangkannya. Ah, ternyata di balik keyakinanku, masih ada berpuluh-puluh ketakutan tentang kenyataan yang harus kuhadapi.

Aku sendiri masih tidak tahu sampai tahun keberapa aku akan bersedia menunggumu. Tapi, aku sendiri sudah meyakini, bahwa kalau tidak dengan kamu, berarti tidak dengan semua orang di seluruh penjuru bangunan ini. Semua yang mengelilingi bangunan kecil ini, sama dengan kamu. Katakanlah, aku sudah sampai pada tahap tidak bisa lagi membayangkan dengan yang selain kamu.

Beginilah Mas K, suratku yang pertama. Mungkin terdengar berlebihan bagimu, tapi kalau kamu jadi aku, aku yakin kamu pasti akan tahu rasanya.

Sabtu, 20 Juli 2013

Mid June 2013

Minggu ini ke Jakarta adalah minggu yang gila buatku. Gimana nggak? Tanggal 13 Juni 2013, hari Kamis aku berangkat ke Jakarta naik kereta pagi, nyampe Jakarta sore, dalam keadaan belum dijemput, nunggu di Dunkin Donuts Stasiun Gambir. Baru dijemput jam 7, terus makan di Bebek Kaleyo, terus menuju ke Depok yang jauhnya minta ampun itu. Dalam rangka apa ke Jakarta di weekend ini?
Dalam rangka banyak hal. Pertama, tanggal 14 Juni 2013, hari Jumat aku ada wawancara di Kedubes Jepang di Thamrin dalam rangka daftar beasiswa Monbukagakusho untuk S3. Berangkat pagi2 dari Depok naik kereta turun di Sudirman, habis makan seadanya di Lawson (berasa di Jepang) terus naik taksi sampe Kedubes. Sampe sana ternyata belum boleh masuk. Akhirnya dengan baju rapi ngemper di depan Kedubes kayak orang aneh. Ngobrol2 dengan sesama peserta wawancara. Baru jam setengah 9 dibolehin masuk ke Kedubes, dan baru jam setengah 10 akhirnya baru dipanggil satu satu buat wawancara. Aku nggak akan menceritakan detail wawancaranya disini, intinya yabakatta deh. Dan sampe tulisan ini dibuat (20 Juli 2013) belum ada pengumumannya, yang artinya udah more than a month. :( Nggak kurang lama apa ya. Setelah itu aku menuju ke kantor Mbak Nurul di NISP Tower untuk ke Setiabudi, yaitu ke kantor Tiket, untuk apa?
Untuk nuker tiket konsernya G Dragon alias GD alias mas Jiyong :DDD
Yap, aku akan nonton konser lagi yang diadakan hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2013 di MEIS (nggak fokus banget, ada nonton konser keselip di antara wawancara dan ujian tulis?). Setelah dapat tiket konsernya, aku dan Mbak Nurul makan siang di Kota Kasablanka, makan di Bonchon, restoran fast food nya Korea, setelah itu belanja barang2 lucu di Scoop yang ada di sebelahnya Bonchon.
Terus aku nunggu mbak Nurul di Kuningan City sambil belajar buat ujian tulis di Starbucks. Pulang kerja Mbak Nurul nyamperin aku terus ke Setiabudi mau makan di Sushi Groove ketemu sama Butet dan suaminya.
Akhirnya hari yang jadi inti cerita sudah tiba. Sore hari aku berangkat ke MEIS karena merasa sudah dapat nomer seat jadi santai. Ternyata di jalan macet. Udah senewen aja tuh. Untungnya nyampe MEIS nggak telat, masih jam setengah 5. Aku nunggu sambil belanja2 merchandise officialnya GD. Akhirnya setelah berhasil masuk area, setelah menyembunyikan kamera :p, pas giliran nunggu, eh tiba2 yang Yellow class dipanggil masuk lebih dulu. Langsung deh belagak menang karena yang lain masih antri eh sini udah berhasil masuk. Akhirnya beneran masuk ke dalam area konser, dan ternyata duluan, dan ternyata aku dapat seat yang pas banget di tengah2, di row F seat 47. Pas banget di tengah2. View nya bagus banget buat ngeliat GD ntar. Eh ternyata dong di sebelah aku udah ada 1 orang cowok dan dia sendirian. Dia udah nyapa2 aja bilang kalo view-nya bagus. Dari logatnya kayaknya bukan orang Indonesia. Akhirnya setelah aku tanya, dia bilang kalau dia orang Malaysia. Aku tanya, kenapa dia nggak nonton di Malaysia aja kan ada, minggu depan. Katanya lebih bagus disini tempatnya, soalnya di Malaysia pake stadion gitu. Dan disini bintang tamunya lebih keren. Bintang tamunya disini adalah.... yup, adalah kakak TOP. Pas tau kalo bintang tamunya disini adalah kakak TOP, sumpah aku sampe teriak2 sendiri di kamar. Ya berasa dapet jackpot beneran deh, berasa beli rumah bonus mobil adalah ketika kamu mau nonton konser GD eh bintang tamunya adalah kakak TOP :D
Terus kenalan deh, namanya Ian ternyata. Terus kami foto2 venue dikit. Katanya dong, sekarang ambil foto dikit aja, nanti pas mulai baru tangkap foto banyak2. Dalam hatiku, buset nih cowok beneran suka sama GD ternyata.
Pas konser udah mulai, ternyata seat2 sebelah kami kosong. Dia dong, langsung pindah ke seat2 yang kosong itu dan ngajak aku pindah. Dan dia langsung ngeluarin apa coba? Crown stick lengkap dengan ring-nya. Buset ni cowok, beneran fans. :p Akhirnya aku pindah deh dan view kami semakin ke tengah. Akhirnya seneng banget bisa ketemu mas Jiyong lagi. Dengan hebohnya aku mulai foto2 sana sini. Awalnya sih gpp, tapi begitu sampai lagu Light it up yang duet sama screen gambar Tablo, ada security negur aku nggak boleh pake kamera, akhirnya aku ketakutan dan matiin kameraku. Ya iyalah daripada kameraku disita or worse dikeluarin dari area konser, mending aku cari aman aja deh. :p
Tapi aku ngerasa seneng malahan dengan kejadian itu, karena bisa fokus nonton konsernya tanpa rempong ambil2 foto. Hihi.. Btw tapi si cowok Malaysia tadi apal semua lagu2 GD, padahal aku yang jadul2 kayak lagu waktu awal dia debut kan nggak semua apal, eh si cowok ini dong, apal aja dia :p Dan dia foto2 dengan santainya, dasar... :p
Dan semakin seneng karena kakak TOP adalah bintang tamunya, jadi bisa nonton High High, Knock Out, dan solonya Turn it up. GD juga keren aja bisa nyanyi segitu banyak lagu, mulai dari lagu2nya yang ada di One of a kind, sampe lagu2 lamanya juga dinyanyiin. Akhirnya kesampean juga liat langsung GD nyanyi That XX live diiringin gitar akustik, Missing You yang ada screen Kim Yuna-nya, dan Without You yang suara ceweknya recorded yang keren banget :D
Nggak lupa dia juga nyanyiin Heartbreaker, Butterfly yang ada kupu2 raksasanya, One of a kind, Crayon, juga duet The Leader sama screen CL :D Trus ada kejadian juga sepatu keds nya GD lepas pas mau akhir2 konser. Hihi... :p
Trus paling inget pas dia nyuruh penonton diem, kupikir dia mau talk, eh ternyata dia nyanyiin reff nya Bad Boy acapella gitu, dan tiba2 TOP muncul. Huaaaa lengkap deh......
Sebenernya seru sih, cuman stage jadi sering kosong karena GD cuma sendirian kan, nggak sama member Bigbang yang lain, tapi ya udah keren aja staminanya dia bisa nyanyi segitu banyak lagu sendirian, muter2in seluruh panggung, sampe ke pinggir2 buat nyapa penonton yang ada di atas2. Keren aja dia... :D
Dan yang paling bikin nggak sabar, albumnya akan rilis 18 Agustus ntar, pas ultah dia.... Huaaa tanoshimi....
Akhirnya konser selesai... Yah padahal masih pengen liat GD..... :( si mas2 Malaysia itu ternyata nggak nonton hari ke2 nya. Kupikir dia bakal nonton lagi aja... Hihi :p Beberapa foto boleh lah ya ditampilkan disini... :p
MEIS di luar

ini nih view nya






Akhirnya selesai konser, pulanglah ke Depok jam 12 malam. Beneran jadi Cinderella deh... :p Dan besoknya tanggal 16 Juni 2013 hari Minggu pulanglah aku ke Surabaya. Nah kenapa aku ke Surabaya bukan ke Jogja?
Beneran aku salah fokus, karena Senin, tanggal 17 Juni 2013 aku ada ujian tulis, masih dalam rangkaian seleksi beasiswa Monbukagakusho untuk S3 ke Jepang. Tes tulisnya di Konjen Jepang di Jalan Sumatera. Tadinya aku ngira ujian tulis dulu, kalo lulus baru dipanggil wawancara. Maka aku pilih ke Surabaya biar enak dan gampang pulangnya. Ternyata ujian tulis dan wawancara digabung, dan jadwalnya mepetan sama nonton konser. Jadi begitulah, kubatalkan tiket naik travelku buat barengan sama grup Bigbang Jogja dan ke Jakarta lebih awal (nggak bisa di-refund pula :( )
Begitulah ke-random-an di pertengahan bulan Juni 2013. Semoga GD kapan2 dateng kesini lagi, dan hasil wawancara dan ujian tulisnya memuaskan. Aminnn :D

Jumat, 19 Juli 2013

Malam

Aku menemui dia yang datang kembali padaku malam itu
Dia berbaring di sebelah tubuhku
Dia membawa sekotak tisu besar
Lalu dia menghadap wajahku dan mulai menghapus air mataku yang katanya mengalir dari sudut mata membasahi pipi
Aku ingat kotak tisu besar yang dibawanya
Juga lembaran kertas tisu yang terus dicabutnya untuk menghapus air mataku yang katanya mengalir dari sudut mata membasahi pipi
Katany jumlah air mataku banyak dan tak terbendung
Terus mengalir sebutir lalu sebutir lagi dari sudut mata membasahi pipi
Sekotak tisu besarnya pun tak cukup
Tapi anehnya aku tak ingat kembali pernah mengeluarkan air mata di hari itu
Kurasa semua sudah kering di banyak hari-hari sebelumnya
Katanya air mata itu beku
Baru cair setelah lama beku menunggu dia kembali
Lalu dia selesai menghapus air mataku yang katanya mengalir dari sudut mata membasahi pipi
Lalu dia memberiku sebuah puisi yang ditulis di lembar kertas putih
Aku tak tingat puisinya
Yang pasti lebih bagus dari puisi ini
Aku hanya melihat tulisan tangan yang bukan biasanya
Aku menoleh memastikan dia yang memberiku sebuah puisi yang ditulis di lembar kertas putih
Benar dia yang tadi menghapus air mataku yang katanya mengalir dari sudut mata membasahi pipi
Benar dia yang kedatangannya kutunggu 4 tahun lalu
Benar dia yang kepergiannya kubiarkan 6 tahun lalu
Benar dia yang selalu tenang dan berambut hitam
Benar dia yang selalu melukis dan menulis
Lalu dia bangkit dan pergi
Lalu aku bangkit dan bangun dari mimpi
Lalu semua tak selesai dan menunggu
Selamat pagi, dan kekasihku mencium tepat di sudut mata, kemudian pipi



:) untuk mas K

Jakarta

Seandainya saling menghargai jenis kelamin
Seandainya saling memahami gender
Bukan hanya ilmu ilmu yang ada di buku teks
Bukan hanya imaji liar
Ruang khusus wanita
Kereta yang khusus wanita
Segala yang khusus wanita
Jadi saja ruang bersama, kereta bersama, semua yang bersama
Lepas dari mata iri laki-laki yang berpandang sub ordinat
Yang akhirnya berpanas karena mata mereka
Yang memaksa terusir dari ruang sejuk berpendingin

Jakarta :)





Seandainya ibu kotaku seramah ibu kota orang lain
Seandainya lima ratus kilometer tak harus dengan semalam suntuk naik kereta (katanya) cepat
Seandainya hari tanpa roda dua dan roda empat adalah setiap hari
Seandainya hari tanpa menahun di jalanan tak hanya hari Minggu




Jakarta :)

late post: SG day 3 (20 April 2013)

Hari ini agendanya adalah belanja-belanja. Wisata belanja gitu ceritanya. Rencana awal adalah mau langsung ke Bugis, tapi ada perubahan, jadi jalan2 dulu ke City Plaza di Geylang. Setelah belanja2 baju, sepatu, dan asesoris, balik lagi ke Bugis. Sampe di Bugis, makan dulu di Yoshinoya Bugis Junction. Makan ramen :) Habis itu ke Bugis Street, belanja gantungan kunci segepok. Ada kali 24 biji. Habis itu jalan sampe Bras Basah, liat2 buku. Habis itu jalan lagi sampe China Town. Disana beli oleh2, ada tas, kaos, gantungan kunci segepok (18 biji), dan asesoris. Habis itu menuju ke Orchard, sedikit foto2, dan beli pashmina 2 biji. Habis itu nunggu bentar di Orchard, mengistirahatkan kaki yang lumayan gempor banget. Habis itu tujuan terakhir adalah Little India. Disana belanja kopi, teh, dan cookies Mustafa Center. Setelah itu makan malem di McD City Square Little India. Terus pulang ke hostel deh. Gempor lah pokoknya hari ini. :p Foto-foto ada di bawah ini: :)
City Plaza at Geylang

BHG Bugis Junction

Bukti kalo udah nyampe ke Orchard :)

ABC Hostel tempat nginep

Changi Airport