Wuahh...sudah hampir 3 minggu tinggal di Osaka tapi baru sempat posting ceritanya sekarang...hehehehe....sok sibuk? Bukan.......cuma gak sempat....bedanya? Gak ada...heehehehehe...
Mulai dari mana ceritanya ya? Dari pertama kali datang kali ya.....
Selasa, 21 Juni 2011- Rabu, 22 Juni 2011: Hari ini jam 18.00 berangkat ke Jepang dari Jogja. Sampai di Bandara Adi Sutjipto. Ini adalah pengalaman pertamaku naik pesawat sekaligus pengalaman pertamaku ke luar negeri..hehehe..Rasanya sumpah gak enak banget. Biasanya orang merasa gak enak naik pesawat pas landing sama take off, tapi aku biasa aja...enak malah pas itu...yang gak enak justru di atas pesawatnya..goyang2 terus...Bingung juga dan belum terbiasa karena pertama kali naik pesawat. Tapi sampai di Bandara Ngurah Rai Bali untuk transit, sudah mulai terbiasa. Waktu transit di Bali, ketemu sama teman2 yang UPI sama UI. Namanya Mbak Yuli, Mbak Pipit, Mbak Ummu, dan Mbak Rina. Terus dilanjut naik pesawat lagi dari Bali menuju KIX. Sampai di KIX jam 08.00 pagi waktu Osaka. Gotong2 sendiri bawaan yang sumpah berat banget menuju ke Sentaa JF yang ada di Rinkuu Town naik shuttle bus yang disediakan JF.. Istirahat sebentar, kemudian makan siang pakai udon di shokudou sentaa. Terus jalan2 sebentar ke mal yang ada di Rinkuu Town. Rinku Pleasure Seacle namanya. Belanja di 100en shop..Kemudian pulang, makan malam, dan siap2 untuk orientasi dan placement test besok.... PS: Hari ini aku menelpon seseorang dan mengabarkan kedatanganku...
Sabtu, 09 Juli 2011
Kalah
Pecah juga tangis yang telah lama tertahan
Ruah semua perasaan dalam hatiku
Aku yang selalu berjanji tak akan pernah menangis di kota ini
Aku menyerah kalah
Duduk di ujung jendela
Laut, benderang Osaka, pendar bintang, dan kembang api menjadi sajiannya
Sayang hati lelah
Aku cuma mampu menangis hingga pagi dan air mata lelah
Kamu hebat yang telah membuatku menangis..
Selamat
Aku kalah
Mungkin saatnya menyerah
(10072011)
Ruah semua perasaan dalam hatiku
Aku yang selalu berjanji tak akan pernah menangis di kota ini
Aku menyerah kalah
Duduk di ujung jendela
Laut, benderang Osaka, pendar bintang, dan kembang api menjadi sajiannya
Sayang hati lelah
Aku cuma mampu menangis hingga pagi dan air mata lelah
Kamu hebat yang telah membuatku menangis..
Selamat
Aku kalah
Mungkin saatnya menyerah
(10072011)
Jumat, 10 Juni 2011
Pagi dan Malam
Sajak Pagi
Aku selalu mencintai pagi
Walaupun aku susah bangun pagi
Karena ketika pagi datang
Aku tahu masih ada harapan sesejuk udara yang kuhirup
(10062011)
Sajak Malam
Ketika malam mensabdakan hadirnya
Aku tak pernah bosan berujar
Aku mencintai malam selalu
Karena malam adalah nyala yang berpijar dalam hatiku
(10062011)
Aku selalu mencintai pagi
Walaupun aku susah bangun pagi
Karena ketika pagi datang
Aku tahu masih ada harapan sesejuk udara yang kuhirup
(10062011)
Sajak Malam
Ketika malam mensabdakan hadirnya
Aku tak pernah bosan berujar
Aku mencintai malam selalu
Karena malam adalah nyala yang berpijar dalam hatiku
(10062011)
Jumat, 20 Mei 2011
Borongan edisi 3..
Semoga aku belum terlambat ya Tuhan
Untuk lebih mengenal dekat dia
Aku bosan terus kalah cepat
Aku kali ini hanya percaya kekuatan hati dan kekuatan kebetulan
Semoga berujung indah
Hingga akhirnya aku mampu melukis bahagia
(18052011)
Aku hanya ingin mendoakan bahagia
Agar serpihnya tak pernah lelah menghampiriku
Hingga raga terpuaskan dan kembali padaNya
Sampai sebelum saat itu tiba
Aku tak akan berhenti sedetikpun bermimpi
Melukis harap dan doa
Berlari hingga tersungkur lalu akan cepat bangkit dan terbang
Hingga datang bahagia itu
Dan setia bersamaku
(18052011)
Cepatlah datang balas yang kuharap
Hapus semua penasaran yang menyelimuti hati dan otakku belakangan ini
Salahkah kalau aku berharap bahagia darinya?
Sulit memang, tapi berhak bahagia boleh kan?
(18052011)
Untuk lebih mengenal dekat dia
Aku bosan terus kalah cepat
Aku kali ini hanya percaya kekuatan hati dan kekuatan kebetulan
Semoga berujung indah
Hingga akhirnya aku mampu melukis bahagia
(18052011)
Aku hanya ingin mendoakan bahagia
Agar serpihnya tak pernah lelah menghampiriku
Hingga raga terpuaskan dan kembali padaNya
Sampai sebelum saat itu tiba
Aku tak akan berhenti sedetikpun bermimpi
Melukis harap dan doa
Berlari hingga tersungkur lalu akan cepat bangkit dan terbang
Hingga datang bahagia itu
Dan setia bersamaku
(18052011)
Cepatlah datang balas yang kuharap
Hapus semua penasaran yang menyelimuti hati dan otakku belakangan ini
Salahkah kalau aku berharap bahagia darinya?
Sulit memang, tapi berhak bahagia boleh kan?
(18052011)
Borongan edisi 2..
Bahagia itu hadir ketika aku melihatmu
Aku menikmatinya
Setiap kata yang terucap dari bibirmu
Setiap inci senyuman yang kau gurat juga di bibir
Yang kupotret indahnya, kusimpan di selaput otak dan sudut hati agar aku tak bisa lupa
Setiap tawa yang terkembang indah
Setiap helai rambut yang tak kurang indahnya
Hingga setiap diam yang selalu kau pajang sebagai topeng wajah
Beradu dengan tatap kecewa yang tak pernah hilang daro sorot tajam mata
Aku menikmati semua yang ada dalammu
(28042011)
Aku benci dia yang menipuku
Menggunakan wajah polos untuk mengelabuiku
Aku hanya ingin bertemu dan bicara...sama sekali tak ingin ditipu..kau tahu itu..
Tapi kurasa kamu punya keputusanmu sendiri
Yang aku tak pernah habis pikir dan terima
Lalu apa harus diam saja?
(28042011)
Aku menikmatinya
Setiap kata yang terucap dari bibirmu
Setiap inci senyuman yang kau gurat juga di bibir
Yang kupotret indahnya, kusimpan di selaput otak dan sudut hati agar aku tak bisa lupa
Setiap tawa yang terkembang indah
Setiap helai rambut yang tak kurang indahnya
Hingga setiap diam yang selalu kau pajang sebagai topeng wajah
Beradu dengan tatap kecewa yang tak pernah hilang daro sorot tajam mata
Aku menikmati semua yang ada dalammu
(28042011)
Aku benci dia yang menipuku
Menggunakan wajah polos untuk mengelabuiku
Aku hanya ingin bertemu dan bicara...sama sekali tak ingin ditipu..kau tahu itu..
Tapi kurasa kamu punya keputusanmu sendiri
Yang aku tak pernah habis pikir dan terima
Lalu apa harus diam saja?
(28042011)
Borongan edisi 1..
Ternyata yang paling baik adalah menjadi diri sendiri...
Sesederhana apapun itu
Bukan orang lain yang menentukan baik buruknya kita
Melainkan diri kita sendiri
Untuk apa terus repot menjadi orang lain?
Kalau menjadi diri sendiri ternyata indah dan begitu mudahnya
Kitalah yang paling tahu yang terbaik bagi kita
Bukan dia, bukan mereka, bukan siapa
Hanya kita
(26042011)
Semoga masih ada sedikit saja untukku..
Rindu yang terbingkai oleh jarak dan waktu
Harap yang terangkai oleh bisu dan jeda
Tatap yang terbungkus dalam tangis tanpa suara
Cinta yang terbalut oleh luka dan kecewa..
Sedikit saja untukku..
Aku harap kamu rasakan rasa
Karena aku tak pernah meminta banyak
Hanya sedikit dan cukup kurasa...
(26042011)
Sekarang aku mungkin hanya orang biasa yang biasa meminta dan menadah
Sungguh tak beda dengan pengemis
Hanya saja terselubung
Tapi aku janji akan segera tiba saatnya
Akan membalas kebaikan tiada tara
Yang aku cinta
(26042011)
Kapan terakhir kali menangis?
Aku mungkin sudah lupa
Karena saking kering air mata
Kapan akan bisa jadi dewasa....
Aku hanya ingin bertemu..bicara..
(26042011)
Sesederhana apapun itu
Bukan orang lain yang menentukan baik buruknya kita
Melainkan diri kita sendiri
Untuk apa terus repot menjadi orang lain?
Kalau menjadi diri sendiri ternyata indah dan begitu mudahnya
Kitalah yang paling tahu yang terbaik bagi kita
Bukan dia, bukan mereka, bukan siapa
Hanya kita
(26042011)
Semoga masih ada sedikit saja untukku..
Rindu yang terbingkai oleh jarak dan waktu
Harap yang terangkai oleh bisu dan jeda
Tatap yang terbungkus dalam tangis tanpa suara
Cinta yang terbalut oleh luka dan kecewa..
Sedikit saja untukku..
Aku harap kamu rasakan rasa
Karena aku tak pernah meminta banyak
Hanya sedikit dan cukup kurasa...
(26042011)
Sekarang aku mungkin hanya orang biasa yang biasa meminta dan menadah
Sungguh tak beda dengan pengemis
Hanya saja terselubung
Tapi aku janji akan segera tiba saatnya
Akan membalas kebaikan tiada tara
Yang aku cinta
(26042011)
Kapan terakhir kali menangis?
Aku mungkin sudah lupa
Karena saking kering air mata
Kapan akan bisa jadi dewasa....
Aku hanya ingin bertemu..bicara..
(26042011)
Selasa, 12 April 2011
5W+1H tentang berbeda
Perbedaan itu sebenarnya apa sih? Berbeda itu apa? Beda itu apa? Apa saja yang bisa berbeda?
Kalau aku lihat di kamus, beda itu sesuatu yang menjadikan satu hal dengan hal lain tidak sama, berlainan. ya kira-kira artinya seperti itulah. Apa yang bisa berbeda? Banyak. Mulai dari suku, agama, pendapat, kebudayaan, kebiasaan, macam-macam lah.
Siapa yang menyebabkan terjadinya perbedaan?
Kalau menurutku ya kita sendiri sebagai manusia yang menyebabkan perbedaan itu ada. Karena menurutku semua hal itu sebenarnya satu konsep, kita sendiri yang membeda-bedakannya tergantung latar belakang kebudayaan kita masing-masing.
Dimana bisa muncul perbedaan?
Dimana saja, selama ada lebih dari satu manusia. Karena antara manusia satu dengan yang lainnya saja sudah beda alias tidak sama.
Kapan bisa muncul perbedaan?
Kapan saja sebenarnya, selama manusia eksis di muka bumi, pasti perbedaan akan terus ada.
Kenapa bisa ada perbedaan?
Kalau aku sedikit mau mengaitkan dengan yang baru aku pelajari di kuliah tadi siang, berbeda bisa terjadi karena interpretasi kita terhadap suatu hal tidak pasti sama antara satu dengan yang lain. Sebabnya karena apa yang ada dalam pikiran kita, isi STORAGE kita udah nggak sama. Sebabnya lagi karena apa yang terjadi dalam hidup kita, pengalaman hidup kita, nggak sama satu dengan yang lainnya. Sekalipun kembar identik pasti nggak akan sama isi storage-nya.
Pertanyaan sebenarnya mestinya bukan itu. Mestinya bagaimana kita menyikapi sebuah perbedaan? Harus diapakan perbedaan yang sudah terlanjur ada itu?
Kalau menurutku, perbedaan mestinya disikapi dengan biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, santai-santai saja. Nggak ada yang perlu dimasukkan ke dalam hati. Nggak ada yang perlu dipermasalahkan dari banyaknya perbedaan yang ada di dunia ini. Anggap saja perbedaan yang ada sebagai sarana untuk kita belajar saling memahami satu sama lain. Karena kita nggak bisa egois selamanya minta dipahami tanpa pernah mau memahami orang lain. Belajar juga nggak ada ruginya kan? Toh malah memperkaya pengetahuan kita. "Oh ternyata begini kalau disini, oh ternyata begitu kalau disitu".
Nggak perlu berantem cuma karena berbeda. Memangnya kenapa kalau beda agama, beda suku, beda budaya, beda pendapat? Selama kita nggak menganggapnya sebagai sesuatu yang patut dipermasalahkan, semua akan beres-beres saja kan? Berbeda itu sebenarnya malah aset untuk semakin memperkaya diri kita.
Malah bagus beda agama, kita jadi tahu macam-macam jalan beragama, tapi dengan satu tujuan kan, Tuhan. Dengan satu tujuan kan, kebaikan. Karena aku yakin nggak ada satu agama atau kepercayaan apapun di muka bumi yang mengajarkan keburukan.
Malah bagus beda suku, beda budaya. Kita jadi bisa tahu bahwa ternyata negara kita, dunia kita, begitu kayanya. Kita jadi bisa tahu ternyata manusia segitu pintarnya, sehingga bisa menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Kita jadi bisa tahu betapa kayanya kita sebagai manusia. Jadi kita bisa semakin bersyukur dengan adanya perbedaan kan.
Malah bagus beda pendapat. Kita jadi bisa diskusi, nggak perlu debat kusir, nggak perlu pake ngotot. Kita bisa tambah pinter, sekaligus belajar karakter masing-masing orang. Banyakan untungnya kan daripada ruginya perbedaan itu?
Tapi kadang-kadang kita sendiri sebagai manusia yang terlalu perasa dengan segala perbedaan yang ada. Kalau ada sedikit yang berbeda dipikir mengancam, lalu berusaha disamakan semua yang berbeda itu. Padahal ya sebenarnya untuk apa? Apa yang salah dengan berbeda? Coba tanya ke hati kita masing-masing. Nggak ada yang salah kan, sebenarnya?
Kalau semua yang ada di dunia ini harus sama, seragam, dijamin bosan kehidupan kita. Nggak akan ada seru-serunya deh..
Jadi jangan pernah takut untuk berbeda. Karena berbeda itu seru, indah..
-catatan setelah nonton tanda tanya-
Kalau aku lihat di kamus, beda itu sesuatu yang menjadikan satu hal dengan hal lain tidak sama, berlainan. ya kira-kira artinya seperti itulah. Apa yang bisa berbeda? Banyak. Mulai dari suku, agama, pendapat, kebudayaan, kebiasaan, macam-macam lah.
Siapa yang menyebabkan terjadinya perbedaan?
Kalau menurutku ya kita sendiri sebagai manusia yang menyebabkan perbedaan itu ada. Karena menurutku semua hal itu sebenarnya satu konsep, kita sendiri yang membeda-bedakannya tergantung latar belakang kebudayaan kita masing-masing.
Dimana bisa muncul perbedaan?
Dimana saja, selama ada lebih dari satu manusia. Karena antara manusia satu dengan yang lainnya saja sudah beda alias tidak sama.
Kapan bisa muncul perbedaan?
Kapan saja sebenarnya, selama manusia eksis di muka bumi, pasti perbedaan akan terus ada.
Kenapa bisa ada perbedaan?
Kalau aku sedikit mau mengaitkan dengan yang baru aku pelajari di kuliah tadi siang, berbeda bisa terjadi karena interpretasi kita terhadap suatu hal tidak pasti sama antara satu dengan yang lain. Sebabnya karena apa yang ada dalam pikiran kita, isi STORAGE kita udah nggak sama. Sebabnya lagi karena apa yang terjadi dalam hidup kita, pengalaman hidup kita, nggak sama satu dengan yang lainnya. Sekalipun kembar identik pasti nggak akan sama isi storage-nya.
Pertanyaan sebenarnya mestinya bukan itu. Mestinya bagaimana kita menyikapi sebuah perbedaan? Harus diapakan perbedaan yang sudah terlanjur ada itu?
Kalau menurutku, perbedaan mestinya disikapi dengan biasa-biasa saja, wajar-wajar saja, santai-santai saja. Nggak ada yang perlu dimasukkan ke dalam hati. Nggak ada yang perlu dipermasalahkan dari banyaknya perbedaan yang ada di dunia ini. Anggap saja perbedaan yang ada sebagai sarana untuk kita belajar saling memahami satu sama lain. Karena kita nggak bisa egois selamanya minta dipahami tanpa pernah mau memahami orang lain. Belajar juga nggak ada ruginya kan? Toh malah memperkaya pengetahuan kita. "Oh ternyata begini kalau disini, oh ternyata begitu kalau disitu".
Nggak perlu berantem cuma karena berbeda. Memangnya kenapa kalau beda agama, beda suku, beda budaya, beda pendapat? Selama kita nggak menganggapnya sebagai sesuatu yang patut dipermasalahkan, semua akan beres-beres saja kan? Berbeda itu sebenarnya malah aset untuk semakin memperkaya diri kita.
Malah bagus beda agama, kita jadi tahu macam-macam jalan beragama, tapi dengan satu tujuan kan, Tuhan. Dengan satu tujuan kan, kebaikan. Karena aku yakin nggak ada satu agama atau kepercayaan apapun di muka bumi yang mengajarkan keburukan.
Malah bagus beda suku, beda budaya. Kita jadi bisa tahu bahwa ternyata negara kita, dunia kita, begitu kayanya. Kita jadi bisa tahu ternyata manusia segitu pintarnya, sehingga bisa menghasilkan budaya yang beraneka ragam. Kita jadi bisa tahu betapa kayanya kita sebagai manusia. Jadi kita bisa semakin bersyukur dengan adanya perbedaan kan.
Malah bagus beda pendapat. Kita jadi bisa diskusi, nggak perlu debat kusir, nggak perlu pake ngotot. Kita bisa tambah pinter, sekaligus belajar karakter masing-masing orang. Banyakan untungnya kan daripada ruginya perbedaan itu?
Tapi kadang-kadang kita sendiri sebagai manusia yang terlalu perasa dengan segala perbedaan yang ada. Kalau ada sedikit yang berbeda dipikir mengancam, lalu berusaha disamakan semua yang berbeda itu. Padahal ya sebenarnya untuk apa? Apa yang salah dengan berbeda? Coba tanya ke hati kita masing-masing. Nggak ada yang salah kan, sebenarnya?
Kalau semua yang ada di dunia ini harus sama, seragam, dijamin bosan kehidupan kita. Nggak akan ada seru-serunya deh..
Jadi jangan pernah takut untuk berbeda. Karena berbeda itu seru, indah..
-catatan setelah nonton tanda tanya-
Langganan:
Postingan (Atom)