Sabtu, 12 November 2011

Media nyasar

Ketika teringat hari sudah ambang seminggu
Lisan dan aksara, kesadaran yang termediasi.
Genre dan cinta
Semua masih belum terpecahkan, belum menemukan jalan pembebasannya
Terjebak dalam kelisanan dan keberaksaraan
Berputar mencari makna bunyi dan kata
Otakku melayang membawa ke satu kesadaran
Ada yang tak bisa kulisankan
Pun tak bisa kujelmakan dalam aksara
Karena hanya bisa terasakan
Satu saja
Rindu dalam hati
Rindu yang untuk kamu
Rinduku tak berbunyi dan tak punya kata
Rinduku bisu, rinduku pada kamu yang rindu
Rinduku yang amat sadar
Rinduku yang tak berhasil menemukan medianya, baik lisan pun aksara
Bahkan dunia maya si kelisanan keduanya tak mampu berlaku semestinya untuk rinduku
Enggan yang terlalu tinggi, kamu, aku, untuk mengucap rindu, atau menuliskan rindu
Jaid rinduku hanya sunyi, sunyi laut dan pulau yang membuat garis panjang pemisah kita
Di balik sunyi apakah sampai rinduku?
Harusnya, karena rinduku rindu tak perlu lisan dan aksara, pun media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar