Seorang samurai sedang kebingungan memilih pedang untuk perang yang tinggal sebentar lagi
Pedang lamanya sudah merengek minta pensiun
Dia memasuki kastilnya yang megah di tengah kota Osaka
Di dalamnya ada ruang berlapis kaca
Berderet pedang para leluhur
Semua pedang sakti
Ada pedang yang dilapis doa, pedang yang dilapis emas, pedang yang dilapis racun, hingga pedang bermata dua.
Sang samurai hanya perlu memilih satu untuk menebas musuh yang datang sesaat lagi
Sejenak samurai kebingungan
Pedang mana yang harus dipilihnya?
Ingin dia memilih semua karena kesaktian pedang-pedang itu
Lalu akan digunakannya kedua belah tangan kanan dan kirinya untuk membunuh musuh bebuyutan.
Sayang itu mustahil
Hanya tangan kanannya yang boleh memegang pedang karena yang kiri luka akibat perang masa lalu
Akhirnya jatuh pilihannya pada pedang bermata dua.
Sesaat hatinya ragu.
Pedang bermata dua.
Baikkah?
Bagaimana kalau malah jadi bumerang yang berbalik membunuhnya?
Ah tak mungkin.
Pedang bermata dua, dengan dua matanya yang sakti dan beracun pasti cepat membunuh musuh, dan lebih banyak.
Apalagi ini pedang leluhur, tak mungkin berkhianat pada tuannya.
Dicabutnya pedang bermata dua itu, dan berlarilah dia menuju medan perang
Namun sang samurai lupa, pedang bermata dua akan selamanya bermata dua.
Dan benarlah, si pedang melawan, berbalik menembus dada samurai malang
Samurai pun jatuh, darah mengalir deras dari dadanya
Dengan pedang bermata dua di tangan kanannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar